View Full Version : Internet via satelit free


sukoco
25th December 2006, 14:18
Help me if anyone know??,i want browsing internet via satelit , using dvb card,and how to get free browsing
thxs

Supaweak
25th December 2006, 14:49
Wow, is that possible?

Blue_Ray
25th December 2006, 15:12
It's possible mate. but ur speed only at 64 kbps.
if u want learn more u acn read this attachment.

PS : This files in indonesian language. i c ur location in surabaya, so i think u should understand it. and hope u can translate it to english if u can.

Durant
26th December 2006, 16:37
It's possible mate. but ur speed only at 64 kbps.
if u want learn more u acn read this attachment.

PS : This files in indonesian language. i c ur location in surabaya, so i think u should understand it. and hope u can translate it to english if u can.



Hi!

this is really wonderful but could someone please post an english version of this file cos my indonesian is nonexistent.

bledis
26th December 2006, 19:04
What type of dvb card you use?

Budiman
23rd March 2007, 15:37
Internet Satelit Untuk Di Daerah
Satelite Internet for countryside


Onno W. Purbo

Akses Internet di daerah dan kota kecil sangat menyedihkan, contoh nyata keadaan tersebut dapat dilihat dari cuplikan berbagai diskusi di mailing list Internet seperti yang di utarakan oleh rekan SE Halim pegasus178@telkom.net di mailing list indowli@yahoogroups.com pada tanggal 23 Januari 2004.

Internet Access for country and small town are very sad.See Mailing List.

Beliau mengatakan “Rekan-rekan, saya mau bagi pengalaman. Barusan Kayantel Pagaralam – Sumatra Selatan memberikan harga Astinet untuk di Pagaralam. Mau tahu harganya berapa? Rp. 7.200.000,- / bulan, belum untuk leased channel (LC) sekitar Rp. 1.200.000,- / bulan.” Padahal harga normal sebuah leased channel (LC) adalah sekitar 3-4 juta per bulan. Ternyata cara hitungan Telkom sangat sederhana ujar rekan SE Halim, “Ternyata Rp. 7,2 juta didapat dari hitungan Telkomnet instan connect 24 jam. Rp. 10.000 x 24 x 30 = Rp. 7,2 juta”. Sialnya masih harus bayar tambahan leased channel Rp.1.2 juta/bulan.

Dengan ketidak mampuan Telkom untuk memberikan solusi murah bagi Internet di daerah, tampaknya kita harus mencari solusi untuk itu. Solusi yang terbaik yang mulai di adopsi oleh komunitas Internet di daerah tampaknya menggunakan satelit yang kemudian di sebarkan kembali melalui infrastruktur Internet 2.4GHz atau 5.8GHz. Diskusi banyak dilakukan di mailing list indowli@yahoogroups.com.

Memang ada beberapa teknologi Internet satelit, yang popular digunakan adalah Single Channel Per Carrier (SCPC) dan Digital Video Broadcast (DVB). SCPC akan memberikan sambungan dengan kualitas terbaik karena seluruh bandwidth yang ada akan dialokasikan untuk kita, sebagai gambaran harga sambungan satelit SCPC 64Kbps sekitar US$2000-2500/bulan sangat mahal.

Untuk menghemat biaya sambungan Internet menggunakan satelit dari keluarga DVB. DVB pada dasarnya menggunakan penerima satelit digital biasa, seperti halnya menerima siaran TV satelit. Sinyal dari satelit di decode menggunakan DVB card yang terpasang pada router Linux. Biasanya DVB card dapat diperoleh seharga sekitar US$150.

Untuk sambungan satelit dua arah bisa menggunakan teknologi DVB/FTDMA. Konfigurasi termurah biasanya pada kecepatan 64Kbps. Mungkin tahun depan akan di approve teknologi DVB/RCS yang akan dapat menekan biaya lebih murah lagi. Tergantung kepemilikan peralatan VSAT, konfigurasi dan lebar bandwidth maka biaya akan berkisar antara Rp. 2-7 juta / bulan untuk 64Kbps jika dirasakan masih mahal dapat dibagi ke beberapa pelanggan local yang di share melalui infrastruktur Internet wireless 2.4GHz.

Bagi mereka yang telah mempunyai sambungan Internet, dan hanya membutuhkan tambahan bandwidth mungkin dapat menambahnya melalui fasilitas DVB saja, satelit received only. Umumnya penyelenggara sambungan satelit akan dapat memberikan servis ini. Tapi ternyata penyedia antenna parabola seperti Makmur Parabola http://www.makmurparabola.com (info@makmurparabola.com) yang berlokasi fisik di Jakarta menyediakan 64Kbps US$33/bulan, 128Kbps US$66/bulan dan 256Kbps US$198/bulan satu arah. Makmur parabola menggunakan satelit Singapore Telecom 1 yang mencakup Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah hingga sebagian Maluku.

Bagi mereka yang menginginkan downlink internasional backbone yang besar menggunakan DVB dapat mengambil-nya misalnya dari c-net.net.id yang mengambil jasa dari www.reach.com dengan coverage Indonesia, Asia, Australia dan Eropa. Bandwidth minimal adalah 256Kbps seharga US$915/bulan.

Pada hari ini cukup banyak provider DVB/FTDMA maupun DVB/SCPC yang beroperasi dan memberikan servis di Indonesia. Beberapa diantaranya akan di bahas dibawah ini.

Pasific Satellite Nusantara (PSN) http://www.psn.co.id lokasi fisik di Jakarta dengan e-mail infobina@pesat.net.id. PSN menggunakan Satelit Palapa C1 yang mengover seluruh Indonesia termasuk Papua NewGuinea dan Australia Utara. Untuk Internet dua arah yang murah menggunakan teknologi DVB/FTDMA.

Infokom http://www.infokom.net dengan kantor pusat di Jakarta juga memberikan solusi satelit DVB/FTDMA yang dapat di upgrade outbound data rate s/d 52.5Mbps dan inbound s/d 512Kbps. Dapat mengcover seluruh Indonesia. Jika ada problem dengan satelit, di sediakan pula sambungan darurat menggunakan dial-up.

Lintas Langit Nusantara http://lilan.dimensi.co.id lokasi fisik di Malang Jawa Timur menggunakan satelit Agila 2 yang mengcover Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, Jawa, Bali, Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Untuk Internet dua arah menggunakan teknologi DVB/SCPC. Lilan memberikan alternatif perangkat VSAT untuk DVB/RCS LinkStar dengan hub di Jakarta menggunakan satelit Telkom-1 seharga US$6500 per unit, atau sewa US$500/bulan untuk kontrak maintenance, backup dan repair. Rekan-rekan Lilan termasuk paling aktif berinteraksi di mailing list indowli@yahoogroups.com.

JASNet http://www.jas.net.id/broadband_access.htm juga menyediakan unlimited broadband access melalui satelit dengan kecepatan downstream 100/200/400 Kbps. Upstream dapat menggunakan dialup 33.6-56Kbps. Jika semua perlengkapan penerima satelit di sediakan pelanggan, maka biaya berlangganan DVB sekitar 100Kbps US$33, 200Kbps US$66, dan 400Kbps US$198 per bulan.

Telesindo http://www.telesindo.com/broadband.htm berlokasi di Jakarta mempunyai produk layanan MeteorSurf dengan upstream melalui sambungan terrestrial seperti dial-up. Produk MeteorByte merupakan produk komunikasi dua arah melalui satelit pada kecepatan 4-24Mbps.

Satelkom http://www.satelkom.com/broadband.htm (sales@satelkom.com) memberikan servis iMeteorByte melalui satelit yang memungkinkan pelanggan menikmati 400Kbps downlink dan 64Kbps uplink. Teknologi yang digunakan adalah DirecPC infrastructure dari Hughes Network System.

Tentunya masih banyak alternatif provider yang ada. Jika alternatif ini masih dirasakan mahal, alternatif lain yang paling murah adalah menggunakan peralatan amatir radio single side band (SSB) yang dapat ditumpangi data pada kecepatan 1200bps sangat pelan. Beberapa rekan amatir radio menggunakan teknologi ini pada frekuensi 7.030KHz dan 3.620KHz.

At Last....all not free, only a few samples and prediction Cost if Indonesian can develop more Internet Utility... That's all

boknoy.ph
1st April 2007, 13:47
Help me if anyone know??,i want browsing internet via satelit , using dvb card,and how to get free browsing
thxs

there is no such thing as a free satellite internet. at least not two-way (upload and download). mostly you can get downloads only, of which you do not have any control of which file is being downloaded since you only leech the connection of the actual/legit user. if he downloads rar files, then that's the same file you download, no control. you use a software like skygrabber/filegrabber to achieve this kind of stunt.

as for real-two way internet satellite, you might want to look for compromised gateways (mostly wingate proxy servers) and mac addresses then spoof your own hardware. only then will you have full control of which file you want to download.

answer
21st April 2007, 03:36
hi to everybody your web site is a fountain of information.
thank to be there